Dislokasi















Mohon perhatiannya sebentar. Kami ingin menjelaskan sedikit tentang dislokasi. Dislokasi adalah terlepasnya kompresi jaringan tulang dari kesatuan sendi. Dislokasi ini dapat hanya komponen tulangnya saja yang bergeser atau terlepasnya seluruh komponen tulang dari tempat yang seharusnya yaitu mangkuk sendi.

Dislokasi yang sering terjadi pada olahragawan adalah dislokasi sendi bahu dan sendi pinggul (paha). Karena terpeleset dari tempatnya, maka sendi itupun menjadi macet. Selain macet, juga terasa nyeri. Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi, ligamen-ligamennya biasanya menjadi kendor. Akibatnya, sendi itu akan gampang dislokasi lagi.

Sudah banyak orang yang mengalami dislokasi. Korban terbaru adalah pemain sepakbola Anang Ma'ruf dan raul gonzales. Diperkirakan mereka kembali sekitar Januari. Ingat cedera Eduardo dan Alan Smith? 1 tahun mereka tak bermain bola. Smudge dan Edu mengalami dislokasi di pergelangan kaki. Dengan masa penyembuhan yang lama itu belum ditambah trauma yang kadang juga menghampiri penderita. Cedera ini bahaya, maka berhati-hatilah.

Kelainan Jantung

Kelainan jantung yang akan kita jelaskan yaitu tentang Jantung Koroner (JK). JK merupakan salah satu penyakit pembunuh yang paling ditakuti di seluruh dunia. Biasanya penyakit ini dialami oleh orang berusia produktif dan menyerang secara mendadak hingga menimbulkan kematian, tapi orang yang sudah cukup termakan usia pun juga bisa terkena.

A. Gejala-gejala penyakit jantung koroner

1. Dada terasa sakit dan menekan
2. Pusing kepala yang berkepanjangan
3. Merasa sekujur tubuhnya terbakar tanpa sebab yang jelas
4. Terjadi keluhan di sekitar tulang dada dan leher
5. Tapi kebanyakan orang yang menderita penyakit jantung koroner tidak mengalami beberapa gejala di atas. Tiba-tiba saja jantung si penderita bermasalah dan dalam kondisi yang kronis.

B. Penyebab Jantung Koroner

Penyakit ini disebabkan oleh adanya penyempitan dan penyumbatan di pembuluh arteri koroner. Hal ini disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) di dinding pembuluh nadi bagian paling bawah (endotelium).

Setelah lemak menumpuk, aliran darah akan tersumbat dan tak mampu menuju jantung sehingga mengganggu kerja jantung dalam memompa darah. Efek yang paling dirasakan adalah hilangnya pasokan oksigen dan nutrisi menuju jantung karena aliran darah ke jantung berkurang.

C. Hal-hal yang memicu penyakit jantung koroner :

1. Merokok dalam jumlah yang banyak dan selama bertahun-tahun
2. Konsumsi makanan yang berlemak atau berkolesterol tinggi
3. Hipertensi
4. Diabetes mellitus
5. Obesitas
6. Kurang olahraga
7. Minum minuman beralkohol
8. Penyalahgunaan obat (narkoba)

D. Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

1. Gaya hidup seimbang dan menghindari stres.
2. Mengonsumsi makanan sehat dan berserat tinggi. Kurangi makanan yang berlemak dan berkolesterol tinggi agar tidak terjadi kegemukan.
3. Stop merokok.
4. Stop minuman beralkohol.
5. Olahraga yang teratur.
6. Hindari penggunaan obat-obatan terlarang.

Berdasarkan pengalaman, seseorang yang terkena JK harus menjalani operasi. Adalah sebuah alat yang disebut kateter yang berdiameter 2 milimeter yang dimasukkan dari pangkal paha. Kamudian sebuah balon dan stent dikirim ke pembuluh koroner. Balon membesarkan pembuluh yang tersumbat, dan stent mempertahankan pembuluh itu agar tidak kembali mengecil. "Tidak ada pembedahan di operasi ini" terang pak Dokter. Tapi dokter yang cerita ketika ditanya biaya, beliau tidak menjawab. 10? 20? Tak ada jawaban dari sang dokter.

PATAH TULANG (FRAKTURA)

Patah Tulang (fraktura) adalah patah/retaknya tulang, biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya. Jenis patah tulang:
  1. Patah tulang tertutup (patah tulang simplek)
    Tulang yang patah tidak tampak dari luar.
  2. Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk)
    Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan.
    Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi.
  3. Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan)
    Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang.
    Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh karena osteoporosis.
  4. Patah tulang karena tergilas
    Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi beberapa pecahan tulang.
    Jika aliran darah ke bagian tulang yang terkena mengalami gangguan, maka penyembuhannya akan berjalan sangat lambat.
  5. Patah tulang avulsi
    disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut melekat.
    Paling sering terjadi pada bahu dan lutut, tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit.
  6. Patah tulang patologis
    Terjadi jika sebuah tumor (biasanya kanker) telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.
    Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cedera ringan atau bahkan tanpa cedera sama sekali.
Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk me "nambani" nya cukup lama. Soalnya ada waktu juga untuk menghindarkan diri dari trauma. Lihat saja pemain sepakbola yang terpatahkan tulangnya di tengah lapangan. Djibril Cisse, David Busst, Alf Haaland, Luc Nilis, Emaleu Serge hingga Boas Solossa butuh waktu lama sekali untuk mnyembuhkan cedera mereka. Apalagi Cisse yang kini main di Yunani dan Boas yang mengalami cedera parah sampai dua kali. Kemudian Busst yang ditebas Denis Irwin di Old Trafford langsung pensiun karena patah kakinya itu.

Dari kami, kami akan memberikan P3K untuk patah tulang:

A. Patah Tulang Tertutup

Patah tulang tertutup adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya tidak melukai/merobek daging dan kulit yang ada di dekatnya. Patah tulang ini bisa menjadi terbuka jika patahan tulangnya semakin parah dan menusuk daging / kulit hingga menimbulkan luka berdarah.

- Tidurkan korban patah tulang dan jangan banyak bergerak.
- Pasang penyangga tulang yang patah agar patahan tulangnya tidak semakin patah, baik dengan menggunakan bidai, tongkat, kayu, dll yang ringan dan kuat diikat atau dibalut kuat tetapi tidak membuat ikatan atau balutan di bagian yang patah.

B. Patah Tulang Terbuka

Patah tulang terbuka adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya membuat daging dan kulit yang ada di sekitar patahan tulang menjadi sobek terluka. Patah tulang ini harus benar-benar diwaspadai karena selain mudah infeksi karena luka menganga juga kita bisa tertular penyakit orang yang berdarah tersebut bila tidak berhati-hati.

- Tidurkan korban patah tulang dan jangan banyak bergerak.
- Jika darah masih mengalir hentikan pendarahan dengan menekan dan mengikat bagian yang terluka dengan kain bersih.
- Pasang penyangga tulang yang patah agar patahan tulangnya tidak semakin patah baik dengan menggunakan bidai, tongkat, kayu, dll yang ringan dan kuat diikat atau dibalut kuat tetapi tidak membuat ikatan atau balutan di bagian yang patah atau terluka.

C. Patah Tulang Belakang / Spinal

Pada kondisi patah tulang punggung atau tulang belakang si penderita akan merasa sakit pada bagian belakang atau bagian leher. Jika demikian maka jangan menimbulkan banyak gerakan pada korban agar tidak merusak sumsum tulang belakang yang bisa mengakibatkan lumpuh permanen. Sebaiknya tunggu ambulan atau petugas medis yang berpengalaman untuk mengurus korban lebih lanjut.

- Jangan membuat pasien banyak bergerak baik berpindah tempat, mengangkat kepala, berdiri, duduk, dsb. Jika tidak mendesak jangan pindahkan korban patah tulang belakang tadi dari tempat semula dan jaga posisinya agar tetap dengan kepala lurus ke atas.
- Hangatkan badan penderita patah tulang punggung dengan selimut.
- Gunakan pengangkut dengan alas yang kuat dan keras seperti papan, meja, dll diangkut minimal dua orang agar stabil.

Syarat-Syarat Calon Pendonor darah


Seseorang diperbolehkan untuk menjadi donor dengan syarat-syarat sebagai berikut :
1. berusia 17-60 tahun (untuk usia 17 harus mendapat ijin tertulis dari orangtua)
2. berat badan minimum 45 kg
3. Temperatur tubuh : 36,6 – 37,5o C (oral)
4. Tekanan darah baik, yaitu :
- Sistole = 110 – 160 mmHg
- Diastole = 70-100 mmHg
5. Denyut nadi teratur 50 – 100 kali/menit
6. Hemoglobin
- Wanita Minimal = 12 gr%
- Laki-laki Minimal = 12,5gr%
7. Jumlah pendonoran maksimal 5 kali/tahun, dengan jarak sekurang-kurangnya 3 bulan.
(keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor)

Larangan Calon Pendonor
Seseorang dilarang menjadi donor dalam keadaan.
1. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis.
2. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah transfusi.
3. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tatto/tindik telinga.
4. Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi.
5. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah operasi kecil.
6. Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar.
7. Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera, tetanus, dipteria atau
profilaksis.
8. Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotis epidemica, measles,
tetanus toxin
9. Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic.
10. Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang
11. Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transplatasi kulit
12. Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.
13. Sedang menyusui.
14. Sedang menstruasi dan dalam jangka waktu 10 hari sesudah menstruasi.
15. Ketergantungan obat.
16. Alkholisme akut dan kronik.
17. Sifilis
18. Menderita tuberkulosa secara klinis.
19. Menderita epilepsi dan sering kejang.
20. Menderita penyakit kulit pada vena (pembulh darah balik) yang akan ditusuk.
21. Mempunyai kecenderungan pendarahan atau penyakit darah, misalnya G6PD, thalasemia,
polibetemiavera.
22. Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk
mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum
suntik tidak steril).
23. Pengidap HIV/AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.

Kebijakan khusus
Setiap Unit Transfusi darah mempunyai kebijakan-kebijakan bagi pendonor, yaitu melakukan pemeriksaan HIV/AIDS, Hepatitis B dan C serta VORC atau Siphilis pada setiap darah yang didonorkan. Selain itu, PMI juga memberikan penghargaan kepada para pendonor, berupa pemberian piagam dan pin serta kemudahan untuk mendapatkan darah bagi keluarga ini pendonor tersebut. Penghargaan yang diberikan diklasifikasikan sebagai berikut.

Intensitas Donor
Penghargaan Satya Lencana
Permintaan Darah *
10 kali

Pin dan piagam yang ditandatangani ket.PMI Cab
Mendapat potongan 20%
25 kali

Pin dan piagam yang ditandatangani ket.PMI Cab
Mendapat potongan 50%
50 kali

Pin dan piagam yang ditandatangani PMI prov
Gratis
75 kali

Pin dan piagam yang ditandatangani PMI pusat
Gratis
100 kali

Pin dan piagam yang ditandatangani presiden
Gratis
ket: * Berlaku bagi pendonor dan keluarga intinya
* Untuk merealisasikannya pendonor cukup menunjukkan kartu donor atau piagamnya.